Pra Bencana

Pada Kondisi situasi ini perlu adanya kegiatan-kegiatan oleh berbagai pihak terkait kesiapsiagaan, peringatan dini dan mitigasi bencana dalam penanggulangan bencana.

Tanggap Darurat

Sistem peringatan dini menjadi bagian penting dari mekanisme kesiapsiagaan masyarakat, karena peringatan dapat menjadi faktor kunci penting yang menghubungkan antara tahap kesiapsiagaan dan tanggap darurat

Pasca Bencana

Pada kondisi ini dipelajari langkah apa yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait dalam hal upaya untuk mengembalikan tatanan masyarakat seperti semula sebelum terjadinya bencana

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

blog
Diskusi Publik Penyusunan Dokumen Peta Resiko Bencana

MUARA SABAK- Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada (07/11) melakukan diskusi publik terkait penyusunan dokumen peta resiko bencana di aula Bappeda Kabupaten Tanjung Jabung Tim...

blog
Pelatihan Relawan Penanggulangan Bencana

MUARA SABAK- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur melakukan acara pelatihan relawan penanggulangan bencana, Selasa (06/11) di Desa Kota Baru Ke...

blog
Acara Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana

MUARA SABAK- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melakukan acara Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana. Selasa, (05/11) di aula Desa Kota Baru Kec. ...

0

Kegiatan

3

Aritikel

20

Berita

1

Pengumunan

Galeri Kegiatan

Artikel & Multimedia

blog
Prakiraan Cuaca KAB. TANJUNG JABUNG TIMUR

...

  • Minggu, 19 November 2019 | 12:16:49
blog

...

  • Senin, 17 Juli 2019 | 10:05:46
blog

...

  • Kamis, 08 Juli 2019 | 09:11:54

Informasi Umum Definisi dan Jenis Bencana

Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.

Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan (“tsu” berarti lautan, “nami” berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

Gempa Bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.

Banjir Bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai.

Letusan Gunung Api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.

Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.

Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang menimbulkan korban dan/atau kerugian.

Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan.

Angin Puting Beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).

Kebakaran Hutan dan Lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.

Gelombang Pasang atau Badai adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras.